Postingan

Pendukung pagelaran wayang golek Giriharja4putra

Gambar
 Faktor faktor yang Mendukung Pagelaran Wayang Golek Pada zaman sekarang ada banyak faktor yang mendukung pagelaran wayang golek, faktor-faktor ini sangat mendukung sekali untuk pagelaran. Bukan hanya pengeras suara saja tapi banyak juga faktor yang menambah daya tarik pagelaran wayang golek, tak hanya menambah daya tarik faktor-faktor berikut juga dapat membuat audience merasakan dan masuk kedalam cerita yang di sutradarai oleh ki dalang, juga dapat menghidupkan suasana di dalam pagelaran tersebut. Berikut adalah faktor-faktor nya: ● Sound system Sound system atau pengeras suara ini sangat penting sekali untuk pagelaran Wayang Golek. Dengan pengeras suara ini, penonton yang jangkauan nya agak jauh dari letak panggung juga dapat mendengar suara dalang, gamelan, sinden, wirasuara, dan nayaga yang mendukung juga ikut berperan dalam pagelaran Wayang Golek ini. Pengeras suara ini juga berfungsi sebagai media untuk mengajak kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar panggung untuk...

Eksistensi Wayang golek

Gambar
Wayang golek Giriharja  dan Eksistensinya. E ksistensi Padepokan Giri Harja dalam bidang wayang golek tak pernah termakan zaman. Bahkan beberapa keturunannya terus mempertahankan eksistensi tersebut hingga kini. Nama Giri Harja sebenarnya berawal dari nama kampung di daerah tersebut. Yang memulainya adalah Abah Sunarya. Memang saya tidak ingat zaman bupati siapa yang memberi nama kampung ini menjadi Giri Harja. Nah dari situlah GIRI HARJA dipakai untuk nama grup, dulu Abah Sunarya (memiliki padepokan) bernama Pusaka Giri Harja, di Kampung Giri Harja, Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, belum lama ini. Dalam menurunkan tradisinya, Abah Sunarya mempunyai adik bernama Lili Adi Sunarya, sehingga nama Padepokan Giri Harja 1 diberikan kepada adik Abah Sunarya. Abah Sunarya mempunyai adik yang menjadi dalang, mempunyai padepokan yang bernama Giri Harja 1. Jadi Giri Harja 1 itu bukan putra Abah Sunarya, melainkan adik dari Abah Sunarya yang juga jadi sesepuh, bernam...

Pagelaran wayang golek

Gambar
  Seni pertunjukan wayang golek Giriharja4putra sendiri telah berhasil menjadikan seni pertunjukan wayang sebagai alat komunikasi yang dapat dipahami oleh komunikan atau penonton dengan latar belakang kebudayaan atau masyarakat yang berbeda dan juga seni Giriharja4putra tetap melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan wayang golek di era modern ini tanpa harus mengesampingkan nilai nilai asli dari pertunjukan wayang golek itu sendiri. Inovasi dapat dilakukan untuk mempertahankan eksistensi kesenian wayang golek di era digitalisasi saat ini, seperti yang dilakukan oleh grup wayanggolek Giriharja4putra. Selain menggabungkan cerita wayang konvensional dengan cerita masa kini, penggunaan efek suara serta smoke gun membuat pertunjukan wayang lebih kekinian. Dengan memadukan cerita wayang konvensional dengan diselingi cerita masa kini. lni menjadi bagian dari strategi agar pertunjukan wayang golek tetap diminati para penonton khususnya generasi milenial dan generasi Z. Tak hanya men...

Tentang Giri Harja

Gambar
 Tentang Giri Harja Di antara para penerus Abah Sunarya, Ade Kosasih Sunarya, Asep Sunandar Sunarya juga Ugan Sunagar Sunarya adalah yang bisa tingkat kepopuleran menyamai Abah Sunarya. Asep, Ugan, dan Ade bahkan sempat mentas di beberapa negara Eropa. Ada yang menarik dari 2 giriharja yaitu Ade (Giriharja 2) dan Asep (Giriharja 3). Konon menurut yang punya cerita, Abah meniup Ade pada bagian bibir dan lidahnya, sedangkan untuk Asep ditiup di bagian tangannya. Dan Ugan ditiup ubun ubunnya. Entah benar atau tidak cerita ini, tapi waktu membuktikan Ade Kosasih Sunarya kemudian terkenal menjadi dalang sohor karena keistimewaan suaranya saat memainkan wayang golek. Sedangkan Asep Sunandar Sunarya mencapai puncak kepopulerannya dengan kemampuan memainkan wayang golek dengan sangat atraktif. Aseplah yang mempelopori atraksi-atraksi wayang golek yang inovatif seperti tokoh "buta" (raksasa) yang muntah "mie".  Asep juga sangat dikenal dengan "bobodoran" (lawakan) ...

Kepres Hari Wayang Nasional

Gambar
  HARI WAYANG 2019 RAMA Wijaya merasa sedih manakala mengetahui istrinya Dewi Sinta telah diculik oleh Rahwana raja Alengka. Burung Jatayu yang berupaya untuk menghalangi penculikan tidak luput jadi sasaran Rahwana, hingga sayap Jatayu terluka. Namun berkat bantuan Prabu Sugriwa dan patihnya Anoman, Anila, Anggada, dan seluruh pasukan atas, pasukan Alengka dapat dipatahkan dan Dewi Sinta dapat kembali ke pangkuan Rama Wijaya. Hal ini menjadi rangkaian perseteruan raja Ayodya Rama Wijaya dengan raja Alengka Rahwana dalam cerita Ramayana bertajuk “Rama Tambak” yang dibawakan 17 dalang wayang golek yang tergabung dalam Rampak Dalang Bani Sunarya, pada puncak acara Hari Wayang Nasional. Acara berlangsung pada Kamis, 7 November 2019 malam hingga Jumat 8 November 2019 dinihari, di Pesantren Budaya Giriharja Padepokan Giriharja, Jalan Raya Laswi, Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung. Diungkapkan Ketua Panitia Hari Wayang Nasional 2019, Intan D. Sunarya, rangkaian kegiatan Hari Wayang Na...

Abah Sunarya

Gambar
DINASTI GIRI HARJA Dinasti Giriharja Adalah Abeng Sunarya yang menjadi awal dari kiprah Dinasti Giriharja dalam dunia pedalangan khususnya seni wayang golek. Abeng Sunarya, yang kemudian lebih populer dengan panggilan Abah Sunarya, lahir pada tanggal 02 Januari 1920 di Manggahang Kec. Ciparay Kab. Bandung . Ia mulai belajar memainkan wayang golek dari  ayahnya sendiri, kemudian melanjutkan belajar kepada salah seorang dalang terkenal di Kota Bandung. Setelah tuntas belajar Abah Sunarya tinggal di Kampung Jelekong, tidak jauh dari Manggahang tempat kelahirannya. Di Jelekong inilah Abah Sunarya mulai mengembangkan kiprahnya sebagai dalang wayang golek dengan mendirikan Lingkung Seni (LS) Giriharja, kemudian menjadi Pusaka Giriharja. Dalam perjalanan karirnya, Abah Sunarya berhasil mencapai puncak kejayaan sebagai dalang yang sangat populer. Swedia, adalah satu negara Eropa yang sempat dia singgahi untuk mempertontonkan seni wayang golek kepada masyarakat Eropa. Dalam kegemilangan kar...

Giri harja 4 putra SILSILAH

Gambar
 Giri Harja 4 Putra adalah lingkung seni Tradisional berupa Wayang Golek dari kabupaten Bandung Jawa barat Indonesia. Giri Harja 4 Putra memiliki arti GIRI = Gunung HARJA = Subur 4= empat Unsur berupa tanah, api, angin, air PUTRA = Anak Giri Harja 4 Putra didirikan pada tahun 2022 di daerah Jelekong Kabupaten Bandung di wilayah Turunan Bani Sunarya yang lebih di kenal dengan PUSAKA GIRI HARJA yang didirikan oleh Ki Dalang Abeng Sunarya. Beliau merupakan pendiri Giri Harja, kemudian mempunyai anak dengan nama Ugan Sunagar Sunarya adik dari Ki Dalang Ade Kosasih Sunarya ( Giri Harja 2 ), Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya ( Giri Harja 3 ) yang kemudian mendirikan lingkung seni GIRI HARJA 4 lalu kemudian di teruskan oleh anak dari Ki dalang Ugan Sunagar Sunarya yaitu Tresna Sunagar Sunarya anak ke 2 dari Ki Dalang Ugan Sunagar Sunarya yang sampe sekarang beliau adalah pendiri dari GIRI HARJA 4 PUTRA. Selain Wayang Golek, Giri Harja 4 Putra juga melingkupi kesenian tradisional lainnya be...