Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Kepres Hari Wayang Nasional

Gambar
  HARI WAYANG 2019 RAMA Wijaya merasa sedih manakala mengetahui istrinya Dewi Sinta telah diculik oleh Rahwana raja Alengka. Burung Jatayu yang berupaya untuk menghalangi penculikan tidak luput jadi sasaran Rahwana, hingga sayap Jatayu terluka. Namun berkat bantuan Prabu Sugriwa dan patihnya Anoman, Anila, Anggada, dan seluruh pasukan atas, pasukan Alengka dapat dipatahkan dan Dewi Sinta dapat kembali ke pangkuan Rama Wijaya. Hal ini menjadi rangkaian perseteruan raja Ayodya Rama Wijaya dengan raja Alengka Rahwana dalam cerita Ramayana bertajuk “Rama Tambak” yang dibawakan 17 dalang wayang golek yang tergabung dalam Rampak Dalang Bani Sunarya, pada puncak acara Hari Wayang Nasional. Acara berlangsung pada Kamis, 7 November 2019 malam hingga Jumat 8 November 2019 dinihari, di Pesantren Budaya Giriharja Padepokan Giriharja, Jalan Raya Laswi, Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung. Diungkapkan Ketua Panitia Hari Wayang Nasional 2019, Intan D. Sunarya, rangkaian kegiatan Hari Wayang Na...

Abah Sunarya

Gambar
DINASTI GIRI HARJA Dinasti Giriharja Adalah Abeng Sunarya yang menjadi awal dari kiprah Dinasti Giriharja dalam dunia pedalangan khususnya seni wayang golek. Abeng Sunarya, yang kemudian lebih populer dengan panggilan Abah Sunarya, lahir pada tanggal 02 Januari 1920 di Manggahang Kec. Ciparay Kab. Bandung . Ia mulai belajar memainkan wayang golek dari  ayahnya sendiri, kemudian melanjutkan belajar kepada salah seorang dalang terkenal di Kota Bandung. Setelah tuntas belajar Abah Sunarya tinggal di Kampung Jelekong, tidak jauh dari Manggahang tempat kelahirannya. Di Jelekong inilah Abah Sunarya mulai mengembangkan kiprahnya sebagai dalang wayang golek dengan mendirikan Lingkung Seni (LS) Giriharja, kemudian menjadi Pusaka Giriharja. Dalam perjalanan karirnya, Abah Sunarya berhasil mencapai puncak kejayaan sebagai dalang yang sangat populer. Swedia, adalah satu negara Eropa yang sempat dia singgahi untuk mempertontonkan seni wayang golek kepada masyarakat Eropa. Dalam kegemilangan kar...

Giri harja 4 putra SILSILAH

Gambar
 Giri Harja 4 Putra adalah lingkung seni Tradisional berupa Wayang Golek dari kabupaten Bandung Jawa barat Indonesia. Giri Harja 4 Putra memiliki arti GIRI = Gunung HARJA = Subur 4= empat Unsur berupa tanah, api, angin, air PUTRA = Anak Giri Harja 4 Putra didirikan pada tahun 2022 di daerah Jelekong Kabupaten Bandung di wilayah Turunan Bani Sunarya yang lebih di kenal dengan PUSAKA GIRI HARJA yang didirikan oleh Ki Dalang Abeng Sunarya. Beliau merupakan pendiri Giri Harja, kemudian mempunyai anak dengan nama Ugan Sunagar Sunarya adik dari Ki Dalang Ade Kosasih Sunarya ( Giri Harja 2 ), Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya ( Giri Harja 3 ) yang kemudian mendirikan lingkung seni GIRI HARJA 4 lalu kemudian di teruskan oleh anak dari Ki dalang Ugan Sunagar Sunarya yaitu Tresna Sunagar Sunarya anak ke 2 dari Ki Dalang Ugan Sunagar Sunarya yang sampe sekarang beliau adalah pendiri dari GIRI HARJA 4 PUTRA. Selain Wayang Golek, Giri Harja 4 Putra juga melingkupi kesenian tradisional lainnya be...

Giri harja 4 putra

Gambar
 Giri harja 4 putra adalah lingkung seni tradisional wayang golek dari Bandung Jawa barat Indonesia. Giri harja 4 putra memiliki arti Giri=Gunung, Harja=Subur, 4= Empat unsur, Putra=anak. Seni Sunda wayang golek Giri harja 4 putra bergerak dibidang seni tradisional Jawa barat memiliki Dalang yang bernama Tresna Sunagar Sunarya. Selain dari seni Sunda wayang golek ada juga seni tradisional lainnya seperti upacara adat, jaipong, kliningan, bajidoran,siraman, ngaras,dll. Giri harja 4 putra Berdiri tahun 2022 dengan segenap rekan-rekan seniman lainnya.  Alamat Giri harja 4 putra Jelekong Giri harja Baleendah Bandung Jawa barat. Didirikan oleh Tresna Sunagar Sunarya dengan anggota lainnya seperti Kang Eko Muhartono, Ida Rodiah, Wildan, Rahmat Hidayat. Giri harja 4 putra didirikan dengan tujuan memperkenalkan seni tradisional wayang golek ke mata dunia internasional.